PMI Semarang Kukuhkan Ratusan Relawan Mahasiswa, Perkuat Aksi Sosial dan Kebencanaan

waktu baca 3 menit
Sabtu, 9 Mei 2026 17:11 6 Redaksi

SEMARANG, Faktanusantara.co.id//, – Momentum Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia 2026 dimanfaatkan PMI Kota Semarang untuk memperkuat jaringan relawan muda melalui pengukuhan ratusan anggota Korps Sukarela (KSR) dari berbagai kampus di Kota Semarang.

 

Kegiatan yang digelar di halaman Markas PMI Kota Semarang pada Sabtu pagi (9/5/2026) itu diikuti lebih dari 400 mahasiswa relawan dari sejumlah perguruan tinggi.

 

Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas keterlibatan generasi muda dalam kegiatan kemanusiaan dan penanggulangan bencana.

 

Ketua PMI Kota Semarang, Dr. dr. Awal Prasetyo, menyampaikan bahwa relawan mahasiswa memiliki peranan penting dalam menjaga semangat kemanusiaan di tengah kehidupan sosial masyarakat.

 

Ia menilai tema peringatan tahun ini, Keeping Humanity Alive, menjadi pengingat agar nilai kepedulian dan solidaritas terus diwariskan kepada generasi muda.

 

“Menjadi bagian dari Korps Sukarela PMI berarti memiliki tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai kemanusiaan dan terus hadir membantu sesama,” ujar Awal dalam sambutannya.

 

Menurutnya, tugas relawan tidak hanya terbatas saat terjadi bencana alam, tetapi juga mencakup berbagai aksi sosial dan pelayanan kemanusiaan tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun golongan.

 

Awal menambahkan, prinsip kemanusiaan harus menjadi landasan utama setiap relawan dalam bertindak. Ia juga menekankan pentingnya memiliki sudut pandang yang luas dalam menghadapi persoalan sosial.

 

Ratusan peserta yang dikukuhkan berasal dari 17 perguruan tinggi serta satu unit relawan dari Markas PMI Kota Semarang. Dengan penambahan tersebut, kini terdapat 18 unit KSR PMI yang aktif di wilayah Kota Semarang.

 

Sebelum mengikuti pengukuhan, seluruh peserta terlebih dahulu menjalani berbagai tahapan pelatihan, mulai dari pendidikan dasar kepalangmerahan, latihan lapangan, hingga pembekalan terkait penanganan darurat dan pelayanan sosial.

 

PMI Kota Semarang juga mulai membuka ruang partisipasi bagi relawan penyandang disabilitas. Langkah tersebut menjadi bentuk komitmen bahwa semangat membantu sesama dapat dilakukan oleh siapa saja tanpa memandang kondisi fisik.

 

Sementara itu, Ketua Bidang Penanggulangan Bencana dan Relawan PMI Kota Semarang, Wiwit Rijanto, menjelaskan bahwa pengukuhan secara bersama dilakukan agar pembinaan relawan lebih efektif dan terkoordinasi.

 

Ia menyebut sistem pelatihan terpadu dinilai mampu menghemat waktu, tenaga pelatih, serta biaya operasional dibanding pelaksanaan terpisah di masing-masing kampus.

 

“Kami ingin membangun kolaborasi antarkampus sehingga pembinaan relawan bisa berjalan lebih optimal,” katanya.

Selain itu, PMI Kota Semarang saat ini juga tengah mengembangkan sistem kesiapsiagaan bencana berbasis perguruan tinggi dengan menyusun database relawan kampus yang siap diterjunkan sewaktu-waktu.

 

Melalui program tersebut, setiap perguruan tinggi diharapkan memiliki minimal 10 relawan aktif yang dapat mendukung pelayanan kemanusiaan maupun penanganan darurat di Kota Semarang.

 

Wiwit berharap keberadaan relawan mahasiswa tidak hanya bersifat simbolis, tetapi benar-benar aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan di masyarakat.

(***)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA