SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga Gelar Awalussanah, Usung Konsep Sekolah Modern Berbasis Sains dan Karakter

waktu baca 3 menit
Sabtu, 11 Jul 2026 22:51 6 Redaksi

SALATIGA, Faktanusantara.co.id//– Pembukaan tahun ajaran baru di SMA Sainstek Ahmad Dahlan Kota Salatiga tidak hanya berupa penyambutan siswa. Melalui kegiatan Awalussanah di Gedung DPRD Kota Salatiga, Sabtu 11 Juli 2026, sekolah ini menegaskan komitmen membangun pendidikan modern yang memadukan sains, teknologi, dan penguatan karakter.

Berbeda dari sekolah umum, SMA Sainstek Ahmad Dahlan mengusung visi religius, berprestasi, dan modern. Tujuannya mencetak lulusan yang siap bersaing di era global.

*Satukan Visi Sekolah, Orang Tua, dan Persyarikatan*

Kepala Sekolah Sutomo menyebut momentum Awalussanah sebagai ruang menyamakan arah antara sekolah, orang tua, siswa, dan persyarikatan.
“Membangun sekolah butuh komitmen bersama. Orang tua, persyarikatan, guru, dan siswa harus punya pemahaman yang sama bahwa belajar harus menyenangkan, penuh kesadaran, dan bermakna,” ujarnya.

Ia memaparkan tiga program unggulan sekolah: Olympiad School, Public Speaking School, dan Research School. Ketiganya dirancang untuk mengembangkan minat dan bakat siswa secara spesifik.

Menurut Sutomo, selain mengejar prestasi akademik, sekolah juga fokus membentuk karakter dan daya saing.
“Kami akan memetakan potensi setiap anak agar mereka bertanggung jawab atas masa depannya. Sekolah bersama orang tua akan mendukung cita-cita mereka,” katanya.

Pada angkatan pertama ini, SMA Sainstek menerima 42 siswa yang dibagi ke dalam dua kelas. Angka tersebut menjadi langkah awal membangun kepercayaan publik terhadap model pendidikan yang ditawarkan.

*Budayakan Riset dan Inovasi Sejak Dini*

Sekolah juga mendorong budaya riset sejak awal. Contohnya, siswa sudah mulai membuat karya sederhana seperti sabun.
“Riset akan kami jadwalkan secara sistematis. Harapannya bisa menghasilkan karya yang menjadi jejak literasi siswa, bahkan diarahkan untuk dipublikasikan di jurnal,” jelas Sutomo.

Menghadapi perkembangan AI, sekolah tidak ingin siswa hanya menjadi pengguna teknologi.
“Kami ingin anak-anak mampu berinovasi dan menciptakan teknologi sendiri, bukan hanya menggunakannya,” katanya.

*Perkuat Bahasa Inggris dan Target Olimpiade*

Kemampuan bahasa juga menjadi perhatian. Seluruh guru telah mengikuti pelatihan untuk menerapkan konsep bilingual. Sepanjang acara, penyampaian materi oleh kepala sekolah, guru, hingga MC menggunakan Bahasa Inggris lalu diterjemahkan ke Bahasa Indonesia. Dua siswa baru, Muhammad Bintang Putra Syarifudin dan Humaira Putri, juga memperkenalkan diri dengan bahasa Inggris.

“Ini untuk mengubah mindset siswa bahwa bahasa Inggris tidak sulit. Dari merasa takut, mereka jadi lebih percaya diri,” ungkap Sutomo.

Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kota Salatiga, Sugiman, menyebut kehadiran SMA Sainstek menambah warna baru pendidikan Muhammadiyah di Salatiga. Sebelumnya Muhammadiyah sudah memiliki enam sekolah dari jenjang SD hingga SMK.

“SMA Sainstek hadir dengan semangat religius, modern, dan berprestasi. Kekuatannya ada di sains, teknologi, dan humaniora,” ujarnya.

Sugiman menambahkan, sekolah menargetkan menjadi pusat pembinaan olimpiade. Siswa akan dipetakan bakatnya di bidang matematika, sains, maupun humaniora, sekaligus dibekali kemampuan komunikasi lewat program public speaking.

Dengan konsep tersebut, SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga berharap dapat melahirkan generasi cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi Indonesia Emas 2045. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA