Bandara Ahmad Yani Semarang Raih ASEAN Energy Awards 2025 Berkat Konsep Ramah Lingkungan

waktu baca 2 menit
Selasa, 21 Apr 2026 07:17 11 Admin Faktanusantara

Semarang, 20 April 2026, Faktanusantara.co.id//– Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang berhasil meraih penghargaan bergengsi ASEAN Energy Awards 2025 pada kategori Energy Efficiency and Conservation Best Practices – Green Building (Large Category).

Ajang ini digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, dan menjadi bentuk apresiasi tertinggi di kawasan Asia Tenggara terhadap inovasi serta pengelolaan energi berkelanjutan.

Penghargaan tersebut diselenggarakan oleh ASEAN Centre for Energy (ACE) bersama negara-negara anggota ASEAN. Penilaian mencakup aspek efisiensi energi, pemanfaatan energi terbarukan, serta penerapan teknologi ramah lingkungan yang mendorong praktik berkelanjutan di berbagai sektor.

General Manager Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil dari komitmen kuat dalam menerapkan konsep eco-airport. Fokus utama konsep tersebut adalah efisiensi energi serta pelestarian lingkungan dalam setiap operasional bandara.

Sejumlah langkah nyata telah dilakukan, di antaranya pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), penggunaan lampu LED, serta penerapan material ramah lingkungan. Selain itu, fasilitas seperti lift, eskalator, dan travelator dilengkapi fitur hemat energi, sementara sistem Reverse Osmosis dimanfaatkan untuk mengolah air hujan dan air payau menjadi air bersih.

Bandara juga menggunakan desain kaca khusus yang membantu mengurangi beban pendingin ruangan, sehingga konsumsi energi dapat ditekan. PLTS berkapasitas 100 kWp yang terpasang di area gedung administrasi dan Main Power House mampu menyuplai kebutuhan listrik operasional.

Sepanjang tahun 2025, PLTS tersebut menghasilkan energi sebesar 132.930 kWh. Di sisi lain, pengolahan air melalui teknologi Reverse Osmosis mencakup 1.920 meter kubik air hujan dan 243 meter kubik air payau. Sistem daur ulang air juga menghasilkan sekitar 17.000 meter kubik air yang digunakan untuk kebutuhan sanitasi dan penyiraman taman.

Sulistyo menambahkan, penghargaan ini merupakan hasil kerja sama seluruh pihak di lingkungan bandara serta dukungan para pemangku kepentingan. Ia menegaskan bahwa inovasi akan terus dikembangkan guna menjaga keseimbangan antara pelayanan optimal dan keberlanjutan lingkungan.

Capaian ini memperkuat peran Bandara Ahmad Yani Semarang dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan upaya pengurangan emisi di sektor transportasi udara. Ke depan, berbagai inovasi dan teknologi baru akan terus diimplementasikan untuk meningkatkan efisiensi energi secara berkelanjutan.
(Narahubung: Nurul Fatkhiyah)

Admin Faktanusantara

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA