
BOYOLALI, Faktanusantara.co.id//– Kepolisian Resor Boyolali memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayahnya dalam kondisi mencukupi.

Kepastian tersebut disampaikan Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra setelah melakukan pemantauan terhadap stok, distribusi harian, serta daya tahan pasokan di Pertamina Fuel Terminal Boyolali, Rabu (22/4/2026).
Hasil pemantauan yang juga dilaporkan kepada Kapolda Jawa Tengah menunjukkan bahwa seluruh jenis BBM, seperti Pertalite, Pertamax, dan Solar, masih tersedia dalam jumlah aman.
Proses penyaluran ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) pun berjalan tanpa hambatan.
Kapolres menyebutkan, kondisi ini memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.
Ia menegaskan bahwa distribusi BBM dari terminal ke SPBU berlangsung lancar dan terkendali.

Berdasarkan data terkini, stok Pertalite mencapai sekitar 15.595 kiloliter dengan rata-rata penyaluran harian 2.798 kiloliter, atau cukup untuk sekitar lima hari.
Sementara Pertamax tersedia sekitar 7.792 kiloliter dengan distribusi 623 kiloliter per hari, bertahan hingga 12 hari. Adapun Solar tercatat sebanyak 17.556 kiloliter, dengan penyaluran harian 1.213 kiloliter dan ketahanan hingga dua pekan.
Pasokan BBM ke Boyolali berasal dari Kilang Cilacap yang disalurkan melalui jalur pipa melewati Yogyakarta menuju Terminal BBM Teras Boyolali. Dari terminal tersebut, Pertamina Patra Niaga mendistribusikan BBM ke 25 SPBU di seluruh wilayah kabupaten.
Sejauh ini, tidak ditemukan kendala berarti baik dari sisi suplai maupun distribusi. Situasi di lapangan tetap kondusif dan terpantau aman.
Pihak kepolisian akan terus melakukan pengawasan secara berkala untuk menjaga kestabilan pasokan BBM, sekaligus memastikan aktivitas masyarakat tidak terganggu oleh ketersediaan energi.
(***)
Tidak ada komentar