PMI Kota Semarang Bentuk Ekskul PMR di SLB BC Swadaya, Dorong Nilai Kemanusiaan bagi Siswa Difabel

waktu baca 2 menit
Jumat, 8 Mei 2026 13:35 11 Admin Faktanusantara

SEMARANG, Faktanusantara.co.id// – PMI Kota Semarang meresmikan ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) di SLB BC Swadaya Semarang, Jalan Seteran Utara II No. 2, Jumat 8/5/2026.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen PMI menanamkan jiwa sosial, empati, dan kemandirian pada siswa berkebutuhan khusus sejak dini.

Peresmian digelar bertepatan dengan Hari Palang Merah Internasional. Momen ini menegaskan bahwa pendidikan kemanusiaan wajib menjangkau seluruh lapisan, termasuk anak penyandang disabilitas.

Kabid Organisasi PMI Kota Semarang, Endang Puji Hastuti, menyebut kehadiran PMR di SLB penting agar siswa memahami dasar pertolongan pertama dan menumbuhkan kepedulian sosial.

Ia menilai semangat siswa saat pelatihan membuktikan PMR dibutuhkan di sekolah luar biasa. “Dengan dukungan guru dan kesabaran pelatih, semua proses berjalan baik,” katanya.

Materi yang diberikan sama dengan di sekolah umum, meliputi pertolongan pertama, penanganan darurat ringan, hingga pembentukan karakter. Namun metode penyampaian disesuaikan agar mudah dipahami siswa.

“Di sekolah umum satu materi bisa satu jam pelajaran, di sini bisa satu sampai dua hari. Yang utama mereka paham dasarnya, terutama cara menjaga diri saat ada kejadian,” jelas Endang.

PMI Kota Semarang berencana memperluas program ini ke SLB lain, termasuk SLB Negeri di Ketileng. Sebelumnya, PMI juga telah mendampingi beberapa SLB hingga siap membentuk unit PMR resmi.

Kepala SLB BC Swadaya Semarang, Riska Fitriyani Rahmansyah, mengaku bangga karena sekolahnya menjadi salah satu SLB swasta pertama di Kota Semarang yang memiliki ekskul PMR.

Menurutnya, program ini membantu membangun rasa percaya diri, jiwa sosial, dan semangat gotong royong siswa berkebutuhan khusus.

“Ini hari bersejarah bagi kami. Pembinaan memang harus bertahap. Kehadiran PMR sangat bermanfaat membentuk rasa kemanusiaan dan kepedulian,” ujar Riska.

Saat ini SLB BC Swadaya memiliki 139 siswa dengan hambatan pendengaran dan intelektual. Riska berharap PMR menjadi sarana belajar yang setara dengan sekolah umum serta membanggakan siswa, guru, dan orang tua.

Kepala Markas PMI Kota Semarang, dr. Anna Kartika Yuli Astuti, mengatakan program ini sejalan dengan tema Hari Palang Merah Internasional 2026: _Humanity for Elderly and People with Disabilities_.

“Tema ini relevan dengan kerja kami. Nilai kemanusiaan harus dirasakan semua, termasuk penyandang disabilitas. Program akan berlanjut ke SLB lain,” ucapnya.

Ia menambahkan, kurikulum PMR akan disesuaikan dengan kondisi siswa dan arahan sekolah agar pembelajaran efektif, nyaman, dan berkelanjutan.
(*)

Admin Faktanusantara

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA