PPWI Kunjungi Lapas Nusakambangan, Dampingi Keluarga Jekson Sihombing Bertemu Langsung

waktu baca 2 menit
Jumat, 22 Mei 2026 08:27 18 Admin Faktanusantara

CILACAP, Faktanusantara.co.id// – Citra Pulau Nusakambangan yang selama ini dianggap angker dan tertutup coba diluruskan melalui kunjungan Dewan Pengurus Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia pada Rabu 20/5/2026.
Dipimpin Ketua Umum Wilson Lalengke, rombongan PPWI melakukan audiensi, silaturahmi, dan kunjungan kemanusiaan ke Lapas Kelas II Narkotika Nusakambangan.

Pertemuan berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 10.00 WIB dan disambut langsung Kalapas Andi Mulyadi.
Wilson Lalengke hadir bersama Wakil Ketua II Ujang Kosasih dan Wasekjen Julian Caisar.
Dari pihak lapas turut hadir Kasi Binadik dan Giatja Dwi beserta jajaran staf.

Diskusi berjalan terbuka membahas pembinaan warga binaan dan peluang kerja sama dengan media lokal Cilacap untuk mendorong keterbukaan informasi yang edukatif.
Kedua pihak menyatakan komitmen memperkuat komunikasi di masa mendatang.

Kunjungan ini juga memfasilitasi pertemuan keluarga Jekson Sihombing dengan yang bersangkutan.
Tiga generasi perempuan keluarga Jekson hadir, yakni ibunda Relly Pasaribu, nenek Tiur Simamora, dan adik Arnadeyanti Sihombing.
PPWI mendampingi mereka sebagai bentuk dukungan moral dan hukum.

Jekson Sihombing saat ini menjalani masa hukuman di Lapas Narkotika Nusakambangan.
Kasusnya sempat menjadi sorotan publik setelah ia menyuarakan dugaan perusakan hutan dan korupsi yang melibatkan PT Ciliandra Perkasa di bawah Surya Dumai Group.
Ia divonis 6 tahun pada tingkat pertama dan dikurangi menjadi 3 tahun di tingkat banding.

Dalam pemaparan pihak lapas, disebutkan Nusakambangan kini mengelola 12 lembaga pemasyarakatan yang dikelompokkan dalam empat kategori pengamanan: super maksimum, maksimum, menengah, dan reguler.
Sistem ini digunakan untuk mengevaluasi perilaku warga binaan.
Mereka dapat dipindahkan ke tingkat pengamanan lebih rendah jika menunjukkan perubahan positif, atau sebaliknya jika melanggar disiplin berat.

Saat bertemu keluarga, kondisi Jekson terpantau sehat dan stabil.
Ia bercerita terbuka tentang aktivitas sehari-hari selama berada di lapas.
Keluarga mengaku lega setelah melihat langsung kondisi Jekson dan mendapat perlakuan baik dari petugas.

Pengalaman perjalanan rombongan juga terbilang unik.
Berangkat menggunakan kapal fery Pengayoman milik Kemenkumham, rombongan melanjutkan perjalanan darat dengan bus tahanan.
Saat pulang, mereka diantar menggunakan ambulans lapas menuju Pelabuhan Sodong, lalu menyeberang dengan kapal nelayan ke Pelabuhan Wijayapura.

Sebagai bentuk apresiasi, PPWI menyerahkan piagam penghargaan kepada Kalapas Andi Mulyadi atas keterbukaan dan pelayanan kemanusiaan selama kunjungan.

Wilson Lalengke menyatakan, pengalaman langsung di lapangan membuktikan Nusakambangan saat ini lebih manusiawi dan tertata.
Ia menilai citra angker selama ini tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.
(***)

Admin Faktanusantara

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA