Tenaga Kerja Jateng Tunjukkan Daya Saing Global, Investasi di Kendal Kian Menguat

waktu baca 2 menit
Rabu, 6 Mei 2026 16:44 19 Admin Faktanusantara

KENDAL, Faktanusantara.co.id// – Pekerja asal Jawa Tengah dinilai semakin kompetitif dan mampu bersaing di tingkat internasional. Hal ini terlihat dari kemampuan mereka memenuhi standar perusahaan global melalui peningkatan keterampilan dan pengalaman kerja yang berkelanjutan, khususnya di sektor industri berorientasi ekspor.

Salah satu contoh nyata terlihat dari kinerja ribuan karyawan lokal di PT Borine Technology Indonesia yang beroperasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal. Produktivitas tenaga kerja setempat dinilai mampu menyamai standar perusahaan internasional, sekaligus mendukung peningkatan output industri.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa tenaga kerja lokal memiliki potensi besar untuk bersaing dengan negara lain selama didukung kemauan dan etos kerja yang kuat. Hal tersebut disampaikannya saat meninjau langsung aktivitas produksi di perusahaan tersebut, Rabu (6/5/2026).

Dalam kunjungan itu, Gubernur yang didampingi Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari juga berdialog dengan manajemen serta melihat proses produksi secara langsung. Sementara itu, General Manager PT Borine Technology Indonesia, Jankey Ren, menyebut sekitar 4.000 pekerja lokal telah mampu menyamai tenaga kerja dari negara asal perusahaan setelah menjalani pelatihan selama beberapa tahun.

Produk yang dihasilkan tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi juga menembus pasar ekspor. Kondisi ini menjadi indikator meningkatnya kualitas sumber daya manusia Jawa Tengah di mata investor global.

Menurut Luthfi, kompetensi tenaga kerja menjadi faktor penting dalam menarik minat investasi. Kehadiran perusahaan tersebut turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, bahkan memicu masuknya sejumlah perusahaan lain sebagai bagian dari rantai pasok industri.

Pada tahap awal, investasi perusahaan ini mencapai sekitar USD 700 juta, dan akan diperluas hingga USD 1,4 miliar pada fase berikutnya. Besarnya nilai investasi tersebut menunjukkan bahwa Jawa Tengah dinilai sebagai wilayah yang kondusif dan potensial bagi investor.

Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan pertama 2026 tercatat sebesar 5,89 persen, sementara Kabupaten Kendal mencapai sekitar 9 persen. Pemerintah daerah pun terus mendorong peningkatan investasi, baik di sektor padat karya maupun padat modal.

Selain itu, Gubernur juga menekankan pentingnya menjaga kepercayaan investor dengan mendorong peran aktif pemerintah daerah dalam mempromosikan potensi wilayah masing-masing. Ia juga menyoroti pentingnya optimalisasi infrastruktur pendukung, termasuk pelabuhan, guna memperkuat konektivitas industri dan investasi.

(Tim)

Admin Faktanusantara

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA