Peringatan HUT Kalurahan Ngloro ke-110 Dimeriahkan Kirab Budaya dan Kenduri Warga

waktu baca 2 menit
Sabtu, 9 Mei 2026 17:35 14 Redaksi

Gunungkidul, Faktanusantara.co.id//, – Suasana semarak mewarnai perayaan Hari Jadi Kalurahan Ngloro ke-110 di Kapanewon Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, Jumat (08/05/2026). Ribuan masyarakat memadati area Balai Kalurahan untuk mengikuti rangkaian kirab budaya yang melibatkan seluruh padukuhan di wilayah tersebut.

 

Perayaan tahunan itu menghadirkan beragam atraksi budaya tradisional yang mencerminkan kekayaan adat dan kekompakan masyarakat Ngloro. Enam padukuhan turut ambil bagian dengan membawa gunungan hasil bumi, tumpeng, ingkung, serta menampilkan kesenian daerah dan busana adat Jawa.

 

Sebelum kirab dimulai, warga lebih dahulu melaksanakan ziarah ke makam para leluhur dan tokoh pendiri kalurahan sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah berdirinya Ngloro. Setelah itu, rombongan budaya berjalan menuju Pendopo Taman Kayu Apak yang menjadi pusat kegiatan utama.

 

Pelaksana Tugas Lurah Ngloro, Subariman, mengatakan bahwa peringatan hari jadi tahun ini dirancang sebagai momentum memperkuat nilai budaya, kebersamaan, dan spiritualitas masyarakat.

 

Menurutnya, berbagai kegiatan seperti kirab gunungan, kenduri, doa bersama, hingga pengajian digelar dengan melibatkan seluruh elemen warga sehingga tercipta suasana yang penuh kekeluargaan.

 

Ia menilai tingginya partisipasi masyarakat menjadi bukti bahwa tradisi dan budaya lokal masih dijaga dengan baik oleh warga Ngloro, termasuk oleh generasi muda.

 

Prosesi utama dilaksanakan di kawasan Kayu Apak yang memiliki nilai historis bagi masyarakat setempat.

 

Di lokasi tersebut, warga menggelar doa dan ikrar syukur atas keselamatan, kesejahteraan, serta perjalanan panjang Kalurahan Ngloro yang telah memasuki usia lebih dari satu abad.

 

Setelah prosesi selesai, masyarakat mengikuti tradisi makan bersama atau kembul bujono. Aneka sajian tradisional dan tumpeng yang dibawa warga disantap bersama dalam suasana akrab dan penuh gotong royong.

 

Subariman menambahkan, seluruh pelaksanaan kegiatan terlaksana berkat partisipasi dan swadaya masyarakat. Mulai dari kostum peserta, perlengkapan kirab, hingga gunungan budaya dipersiapkan secara mandiri oleh warga.

 

Ia berharap semangat kebersamaan dan pelestarian budaya yang tercermin dalam peringatan hari jadi tersebut dapat terus dipertahankan sebagai identitas masyarakat Kalurahan Ngloro.

(***)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA