
PANDEGLANG, Faktanusantara co.id//– Reporter Kabar Bahri sekaligus anggota Gabungnya Wartawan Indonesia GWI, Asep Kurniawan, mengaku mendapat intimidasi saat hendak meliput dapur Makanan Bergizi Gratis MBG di Desa Sidamukti, Kecamatan Sukaresmi, Pandeglang, Banten.

Kejadian berlangsung Sabtu 23/5/2026 sekitar pukul 09.20 WIB.
Saat itu Asep menjalankan tugas jurnalistik untuk mencari informasi terkait operasional dapur MBG di wilayah tersebut.

Setibanya di lokasi di gang Alfamart Desa Sidamukti, Asep memotret spanduk dapur MBG.
Spanduk itu bertuliskan Badan Gizi Nasional, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi SPPG Mukti Abadi Sukaresmi, Yayasan Nizam Muttaqi dengan ID SPPG AVYZD0L2.
Setelah mengambil foto, seorang petugas keamanan bernama Edi menegurnya dengan nada tidak ramah.
“Ada saya, kamu juga kan mau saya hargai,” ucap Edi.
Ia juga menyebut nama Gita sebagai pemilik lahan. Sikap serupa ditunjukkan petugas lain yang dinilai mengarah pada intimidasi terhadap jurnalis.

“Tugas wartawan dilindungi undang-undang. Kami hanya menjalankan fungsi kontrol sosial dan mencari fakta di lapangan. Menghalangi dan mengintimidasi jurnalis tidak bisa dibenarkan,” tegas Asep.

Ia menjelaskan investigasi dilakukan untuk memastikan program MBG berjalan sesuai tujuan dan tepat sasaran bagi masyarakat.
Pihaknya menyayangkan sikap tertutup petugas dapur yang dinilai menghambat keterbukaan informasi publik.
Kabar Bahri meminta pengelola SPPG Mukti Abadi Sukaresmi di bawah Yayasan Nizam Muttaqi dan instansi terkait segera memberi klarifikasi.
Pihaknya juga meminta ruang kerja jurnalis dihormati sesuai UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers.
“Kami akan terus mengawal kasus ini. Jika perlu, langkah hukum dan koordinasi dengan organisasi pers akan ditempuh agar tidak ada lagi intimidasi terhadap wartawan di lapangan,” ujarnya.
(*)



Tidak ada komentar