waktu baca 2 menit
Minggu, 19 Apr 2026 17:25 15 Redaksi

UNGARAN, Faktanusantara.co.id//– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong pengembangan sektor pariwisata alam dengan menyiapkan tenaga pemandu gunung yang profesional dan kompeten.

Upaya ini dilakukan untuk merespons meningkatnya minat masyarakat terhadap wisata alam sekaligus membuka peluang kerja baru.

Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui pelatihan Pemandu Wisata Gunung (PWG) tahun 2026 yang berlangsung di jalur pendakian Perantunan, Gunung Ungaran, pada 17–18 April 2026. Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memaksimalkan potensi wisata berbasis alam.

Sebanyak 16 peserta terpilih mengikuti tahap praktik lapangan dari total 250 pendaftar. Sebelumnya, para peserta telah mendapatkan pembelajaran teori di Balai Latihan Kerja (BLK) Jasa Pariwisata yang berada di bawah Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Tengah.

Staf BLK Jasa Pariwisata Jateng, Hamid Adityawarman, menjelaskan bahwa pelatihan dirancang secara intensif dengan sistem asrama selama 100 jam, yang menggabungkan materi teori dan praktik.

“Pelatihan ini bertujuan mencetak pemandu gunung yang memiliki kompetensi sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI),” jelasnya.

Program ini juga sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang menargetkan tahun 2027 sebagai momentum penguatan sektor pariwisata dan ekonomi syariah, setelah sebelumnya fokus pada pembangunan infrastruktur dan ketahanan pangan.

Dalam pelaksanaannya, pelatihan menggandeng Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) serta Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang telah terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), guna memastikan kualitas dan standar lulusan.

Ketua APGI Jawa Tengah, Lazuardi, mengungkapkan kebutuhan pemandu gunung profesional di wilayah ini masih sangat tinggi. Dari sekitar 900 ribu pendaki setiap tahun di 15 gunung, jumlah pemandu yang tersedia masih terbatas.

“Kebutuhan pemandu masih jauh dari cukup. Ini peluang besar bagi masyarakat yang ingin terjun di sektor ini,” ungkapnya.

Ia menambahkan, lulusan pelatihan memiliki prospek kerja yang cukup menjanjikan. Pada pelaksanaan sebelumnya di tahun 2025, sejumlah peserta telah terserap di berbagai sektor wisata alam.
(***)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA